10 Tata Cara Wudhu yang Benar Sesuai Sunnah dan Hal-Hal yang Sering Diabaikan - Nolpedia

10 Tata Cara Wudhu yang Benar Sesuai Sunnah dan Hal-Hal yang Sering Diabaikan

Tiap umat Muslim yang akan menjalankan sholat atau ibadah lainnya dianjurkan untuk berwudhu. Menghadap Sang Khalik kita memang diminta untuk hadir dalam keadaan suci dari najis, hadats kecil, dan hadats besar. Tata cara menghilangkan hadats kecil adalah dengan cara berwudhu. 

Perintah melaksanakan wudhu saat hendak memulai sholat sudah diberikan dengan jelas melalui firman Allah SWT dalam surat Al-Maidah ayat 6. 

“ Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki." (QS Al-Maidah: 6).

Wudhu secara syariat menempati posisi terpenting dalam ibadah. Bahkan sah-tidaknya sebuah ibadah tergantung dari wudhunya. Rukun wudhu yang sudah diketahui adalah niat, membasuh muka, membasuh kedua tangan sampai dengan siku, mengusap sebagian kepala, membasuh kedua kaki sampai dengan mata kaki, dan tertib sesuai urutannya mulai dari yang pertama sampai paling akhir. 

Nah, untuk Sahabat Dream yang belum mengetahui tata cara wudhu yang tepat sesuai syariat islam, simak ulasannya berikut ini!

Tata Cara Wudhu Sesuai Syariat Islam

Wudhu dapat dikatakan sebagai pintu masuk dalam beribadah. Hampir semua pelaksanaan ibadah menganjurkan wudhu terlebih dahulu. Wudhu hukumnya wajib bila hendak melaksanakan shalat, thawaf, i’tikaf dan membaca atau memegang Al-Qur’an. Sementara wudhu hukumnya sunnah apabila hendak berkumpul dengan istri, hendak tidur dan dalam beberapa kesempatan. Berikut tata cara wudhu yang tepat sesuai syariat islam.

1. Niat Wudhu

Tentunya sebelum berwudhu kamu diharuskan untuk berniat terlebih dahulu. Niat dalam berwudhu ini diartikan sebagai kesungguhan hati untuk berwudhu karena melaksanakan perintah Allah SWT dan mengikuti ajaran dari Rasulullah SAW.

Dalam HR Bukhari pun pernah menuliskan bahwa:" Rasulullah SAW menerangkan bahwa segala perbuatan tergantung kepada niatnya, dan seseorang akan mendapatkan balasan menurut apa yang diniatkannya..."  (HSR. Bukhari dalam Fathul Baary, 1:9; Muslim, 6:48).

" Nawaitul wudhuu-a liraf'll hadatsil ashghari fardhal lilaahi ta'aalaa"

Artinya :

" Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardu karena Allah."

2. Membaca Basmallah

Setelah melakukan niat dengan kesungguhan hati, kemudian bacalah basmallah. Membaca basmallah ini dilakukan sambil mencuci kedua telapak tangan sebanyak 3 kali hingga ke sela-sela jari. Namun bila lupa untuk membaca basmallah, maka wudhu yang kamu lakukan tetap sah.

3. Berkumur-kumur

Berkumur-kumur sebanyak 3 kali atau memutar air dalam mulut dan mengeluarkannya serta membersihkan gigi dari sisa-sisa makanan yang ada pada gigi.

4. Mencuci lubang hidung

Mencuci lubang hidung sebanyak 3 kali untuk mengeluarkan kotoran yang ada di dalamnya. Dan disunnahkan pula muncuci lubang hidung dengan cara menghirup air dalam sekali hirup serta mengeluarkannya dengan memencet hidung.

5. Mencuci muka 3 kali

Mencuci muka 3 kali pada saat berwudhu sebaiknya dilakukan mulai dari ujung kepala tumbuhnya rambut hingga bawah dagu. Serta membersihkan dari telinga kanan ke telinga kiri.

6. Mencuci kedua belah tangan hingga siku

Setelah mencuci muka, kemudian cucilah kedua belah tangan hingga siku sebanyak 3 kali. Sebaiknya lakukan dengan mendahulukan anggota tubuh bagian kanan, membasahi tangan hingga siku pun sudah tercantum dalam surat Al- Maidah ayat 6 sesuai dengan perintah Allah SWT.

7. Mengusap kepala

Tata cara wudhu selanjutnya ialah mengusap kepala dari depan hingga ke bagian belakang kepala sebanyak satu kali. Ali bin Abi Thalib berkata, " Aku melihat Nabi SAW mengusap kepalanya satu kali." (HR. Sahih Abu Dawud no.106)

8. Membersihkan kedua telinga

Setelah mengusap kepala dilanjutkan dengan membersihkan kedua telinga tanpa perlu mengambil air baru. Membersihkan telinga dalam tata cara wudhu ini dilakukan dengan memasukan jari telunjuk ke dalam telinga, kemudian ibu jari mengusapkan kedua daun telinga. Hal ini dilakukan secara bersamaan antar telinga kanan dan telinga kiri.

9. Mencuci kedua kaki hingga di atas mata kaki

Dan tata cara wudhu selanjutnya yang benar sesuai dengan sunnah ialah membasuh kedua kaki hingga di atas mata kaki. Hal ini dilakukan sebanyak 3 kali dan dimulai dari kaki bagian kanan terlebih dahulu.

Dalam HR Bukhari, dahulukan kaki kanan hingga tiga kali kemudian kaki kiri. Dan saat membasuh kaki, Rasulullah menggosok jari kelingkingnya pada sela-sela jari kaki (HR. Bukhari; Fathul Baari, dan Muslim). Dalam menggosok kaki Rasullullah menyuruh umatnya untuk berhati-hati, karena bila tidak sempurna dalam membasuhnya akan terkena ancaman neraka. Dan pastikan kulit yang terlipat terkena air wudhu.

10. Membaca doa wudhu

Setelah selesai rangkaian wudhu yang benar, disunnahkan untuk membaca doa selepas wudhu. Dan saat memanjatkan doa wudhu, sebaiknya berdoa dengan menghadap kiblat dan mengangkat dua tangan.

" Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa Rasuuluhu. Allahumma j'alnii minat tawwabiina, waj'alnii minal mutathahiriina waj'alnii min 'ibaadikash shalihiina."

Artinya :

" Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, tiada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad itu hamba dan utusanNya. Ya Allah! Jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bersuci dan jadikanlah aku bagian dari hamba-hamba-Mu yang sholeh."

Waktu-Waktu yang Dianjurkan untuk Berwudhu

Sebagaimana yang telah diturunkan dalam wahyu-Nya, wudhu menjadi salah satu syarat sah salat agar diterima Allah SWT. Namun beberapa ulama percaya wudhu juga baik dikerjakan sebelum memulai kegiatan. Berikut 8 ibadah yang dianjurkan berwudhu atau suci dari hadas kecil, di antaranya:

1. Mengulangi Wudhu sebelum Sholat

Para ulama sepakat bahwa bagi yang telah mendirikan salat dan dalam kondisi suci, jika hendak salat di waktu yang lain, disunahkan untuk berwudhu kembali, sekalipun statusnya masih dalam kondisi suci dari hadas.

2. Hendak Membaca Alquran

Hukum berwudhu atau dalam kondisi suci ketika membaca Al-Quran adalah sunah. Hal ini berbeda dengan menyentuh mushaf Al-Quran, yang menurut seorang muslim harus dalam keadaan suci dari hadas besar dan kecil.

Demikian juga sunah untuk berwudhu terlebih dahulu bila hendak membaca hadis Rasulullah SAW dan mengajarkannya kepada orang lain, sebagaimana tradisi para ulama terdahulu seperti imam Malik, imam Bukhari, dan lainnya.

3. Hendak Belajar

Para ulama sepakat bahwa seorang muslim yang hendak belajar ilmu-ilmu agama disunahkan dalam kondisi wudhu. Demikian pula jika hendak menyentuh kitab-kitab agama seperti kitab tafsir, hadis, aqidah, fiqih dan lainnya.

4. Ketika akan Tidur

Aktivitas lain yang juga disarankan untuk berwudhu terlebih dahulu ketika akan tidur. Dengan berwudu terlebih dahulu, seorang muslim tidur dalam keadaan suci dan akan mendapatkan naungan Allah SWT.

5. Sebelum Mandi Besar

Para ulama sepakat bahwa sebelum mandi janabah seorang muslim disunah untuk berwudhu terlebih dahulu.

6. Ketika Melantunkan Adzan dan Iqamat

Para ulama sepakat, bagi orang yang hendak melakukan adzan dan iqamah disunahkan untuk berwudhu. Sebagaimana mereka juga sepakat bahwa yang mengumandangkan iqamah dalam kondisi berhadas kecil, maka Ia disunahkan untuk mengulanginya dalam kondisi suci dari hadas.

7. Ketika Berdzikir

Agar doa yang dipanjatkan segera mendapat balasan dari Allah SWT, para ulama sepakat bahwa seorang muslim disunahkan dalam kondisi suci dari hadas dengan berwudu ketika hendak berzikir. Terlebih jika kegiatan tersebut dilakukan di tempat-tempat ibadah seperti surau, mushala dan masjid.

8. Ziarah ke Makam Nabi Muhammad SAW

Para ulama sepakat bahwa ketika seseorang berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW, seorang muslim disunahkan untuk berwudu. hal ini sebagai bentuk penghormatan (ta'zhim) terhadap Rasulullah SAW.

Mengikuti tata cara dan doa wudhu yang baik dan benar merupakan salah satu cermin ketaatan seorang muslim dalam mengamalkan ajaran Allah SWT yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.

5 Hal yang Sering Diabaikan Saat Wudhu

Selain memenuhi fardhunya  wudhu, seseorang biasanya menyempurnakan wudhunya dengan menjalankan kesunnahan wudhu. Namun demikian, seringkali seseorang melewatkan beberapa tindakan sunnah karena menganggapnya sebagai sesuatu yang sepele. Padahal, jikalau dilakukan akan menambah nilai wudhu itu sendiri. Berikut dilansir dari NU Online lima kesunnahan wudhu yang sering diabaikan.

1. Membaca basmallah

Nampaknya kelalaian membaca basmallah sebelum berwudhu bukanlah hal yang baru. Rasulullah saw sendiri pernah mengingatkan sahabatnya untuk membaca basmallah ketika hendak berwudhu. Bahkan Imam Ahmad menyatakan bahwa membaca basmillah untuk berwudhu hukumnya wajib. 

Barang siapa yang lupa membaca bismillah, maka hendaknya menyusulinya ketika teringat kembali. Sebagaimana seseorang lupa membaca basmallah ketika hendak makan. Walaupun melewatkan membaca bismillah tidak mengugurkan kesahihan berwudhu, tetapi meninggalkan basmallah ketika berwudhu mengurangi nilai wudhu itu sendiri. Sebuah hadits menerangkan,

“ Barang siapa berwudhu dengan membaca basmallah maka sucilah seluruh anggota badannya. Dan barang siapa berwudhu tanpa membaca basmallah maka suci anggota wudhunya saja,”

2. Membasuh Kedua Telapak Tangan Dahulu

Membasuh kedua telapak tangan dahulu sebelum memulai berwudhu dilakukan karena telapak tangan adalah tempat memindahkan air ke anggota-anggota wudhu. Jadi kesuciannya harus diutamakan terlebih dahulu. Terutama ketika baru bangun tidur, karena ketika tidur tidak seorang pun tahu ke mana tangannya diarahkan dan najis  yang telah menempelinya. Hadits Rasulullah saw menjelaskan:

“ Apa bila seseorang bangun tidur, maka hendaklah membasuh kedua tangannya tiga kali terlebih dahulu seselum mengambil air wudhu. Karena sesungguhnya ia tidak tahu kemana tangan tersebut ia letakkan waktu ia tidur.”

3. Memasukan Air dalam Hidung

Hal yang sering dilupakan selanjutnya adalah memulai dengan berkumur dan menghisap air dengan hidung (istinsyaq) sebelum membasuh wajah dengan bersungguh-sungguh, ketika sedang tidak berpuasa. Makna bersungguh-sungguh dalam berkumur adalah mengelilingkan air pada seluruh mulutnya dan bersungguh-sungguh dalam beristinsyaq adalah menghirup air hingga pangkal hidung.

4. Membersihkan Sela-Sela Jenggot Bagi Laki-Laki

Di antara sunnah-sunnah wudhu adalah menyela-nyela janggut (jenggot) yang tebal dengan air sehingga sampai ke bagian dalam. Sebagaimana cara wudhu yang dipraktikkan Rasulullah saw yang tergambar dalam haditsnya: Bahwasannya Rasulullah saw ketika berwudhu selalu menyela-nyela janggut dengan jari-jemarinya dari arah bawah.

5. Membersihkan Sela-Sela Jari Tangan

Hal ini sebagai penjagaan jikalau terdapat kotoran atau najis yang terselip diantara jari-jari. Demikian pula yang dilakukan dan diperintahkan Rasulullah saw:

Apabila kamu berwudhu maka sela-selalah jari-jemari kedua tangan dan kakimu. Adapun kesunnahan yang lainnya seperti mendahulukan anggota yang kanan, mengulangi tindakan wudhu sebanyak tiga kali dan menggosok-gosok anggota wudhu jarang sekali terlupakan, sehingga banyak orang yang tidak mengerti menganggapnya sebagai fardhunya wudhu.


Sumber : NU Online

0 Response to " 10 Tata Cara Wudhu yang Benar Sesuai Sunnah dan Hal-Hal yang Sering Diabaikan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Bawah Artikel