Pahami, Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid yang Benar Sesuai Ajaran Islam - Nolpedia

Pahami, Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid yang Benar Sesuai Ajaran Islam

Tujuan mandi wajib adalah untuk membersihkan tubuh dan mensucikan diri dari hadas

Dalam Islam, orang yang sudah dewasa diharuskan mandi wajib dalam kondisi tertentu. Salah satunya ketika selesai haid seorang wanita diharuskan untuk mandi wajib.

Mandi wajib merupakan proses pembersihan fisik yang sifatnya wajib bagi seorang Muslim. Tujuannya untuk membersihkan tubuh dan menyucikan diri dari hadas besar.

Tata cara mandi wajib pun sudah ada kaidahnya sendiri, jadi harus dilakukan dengan benar sesuai dengan ajaran Islam. Ketika hendak melaksanakan shalat, Muslim harus berwudhu terlebih dahulu sebagai cara untuk menghilangkan hadas kecil.

Tujuan utama tata cara mandi besar ini adalah untuk membersihkan dan menyucikan kembali tubuh dari hadas besar sesuai sunnah. Karena itu, seorang Muslim harus tahu tata cara mandi besar yang benar sesuai ajaran Islam agar bisa beribadah dengan tenang.

Dasar Hukum Mandi Wajib

Karena tak ada manusia yang terbebas dari hadas besar, maka sudah sewajarnya jika kamu harus mengetahui tata cara mandi wajib yang benar.

Allah SWT berfirman, " Dan jika kamu junub, maka mandilah." (QS. Al Maidah: 6).

Kemudian dalam surat lainnya Allah SWT juga menyuruh muslim mandi wajib jika dalam keadaan junub.

" Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu salat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekadar berlalu saja, hingga kamu mandi.

Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun." (QS. An-Nisa': 43).

Haid Menurut Pandangan Islam

Ketika haid, seorang wanita dianggap sedang dalam keadaan tidak suci. Karena mengeluarkan darah kotor.

Seperti firman Allah SWT yang berbunyi, “ Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: Haid itu adalah suatu kotoran. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu Haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri." (QS. Al Baqarah: 222).

Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid

Berikut ini tata cara mandi wajib setelah haid yang benar dan sesuai dengan ajaran Islam telah dirangkum dari berbagai sumber.

1. Membaca niat mandi wajib

Doa niat inilah yang membedakan mandi besar setelah haid dan mandi biasa. Berikut niat setelah masa haid:

Artinya: Aku niat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar dari haid karena Allah Ta'ala.

2. Membersihkan bagian tubuh yang tersembunyi menggunakan tangan kiri.

Bagian tubuh yang tersembunyi tersebut biasanya sangat kotor karena jarang dibersihkan. Bagian-bagian tubuh yang tersembunyi itu adalah kemaluan, dubur, bawah ketiak, pusar dan lain–lain.

3. Mencuci ulang tangan tiga kali.

Setelah membersihkan bagian yang tersembunyi, tangan perlu dicuci ulang sebanyak tiga kali. Caranya, mengusapkan tangan pada tanah atau tembok kemudian disabun dan dibilas air bersih.

4. Berwudhu

Lakukan gerakan wudhu yang sempurna seperti ketika kita akan sholat, dimulai dari membasuh tangan sampai membasuh kaki.

5. Menyiram kepala tiga kali

Setelah itu, mengguyur kepala tiga kali hingga seluruh permukaan pada kulit dan rambut basah oleh air.

6. Bilas seluruh tubuh

Bilas seluruh tubuh dengan mengguyurkan air. Dimulai dari sisi yang kanan, lalu lanjutkan dengan sisi tubuh kiri. Pastikan seluruh lipatan kulit dan bagian tersembunyi ikut dibersihkan.

0 Response to "Pahami, Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid yang Benar Sesuai Ajaran Islam"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Bawah Artikel