Makna Mendalam dari Ihdinash Shiratal Mustaqim, 'Minta Petunjuk kepada Allah' - Nolpedia

Makna Mendalam dari Ihdinash Shiratal Mustaqim, 'Minta Petunjuk kepada Allah'

Surat pembuka yang memiliki makna mendalam. 

Setidaknya dalam sehari kita membaca 17 kali surat Al Fatihah dalam ibadah sholat. Setiap kali membacanya, terkandung permohonan untuk meminta petunjuk kepada Allah. Begini makna mendalam dari ayat tersebut.

Surat al-Fatihah adalah surat yang memiliki banyak rahasia di setiap ayatnya. Salah satunya adalah kandungan makna hidayah yang tertulis dalam ayat ke enam.

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ 

“Tunjukilah kami jalan yang lurus.”

Secara tekstual, ayat keenam dari QS al-Fatihah memiliki arti "tunjukkan kami jalan yang lurus".

Makna Ihdinash Shiratal Mustaqim 

Dalam salah satu kajiannya, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan ayat ini dengan menjadi dua bagian. 

Bagian pertama adalah ihdhina. Dalam bahasa Arab, kalimat ini merupakan fi'il 'amr yang berfungsi sebagai permohonan. 

Secara asal kata, Ihdhina berasal dari kata hidayah, sedangkan jamaknya disebut hudan. Menurutnya, hidayah tak hanya mengandung satu makna. 

"Maknanya bisa satu, dua, tiga atau empat. Kalau semua (hidayah) dikumpulkan, maka menjadi jamak dan disebut dengan hudan," kata dia.

Dia menjelaskan bahwa Allah SWT menjelaskan kepada seluruh hamba-Nya, permohonan utama seorang hamba adalah hidayah. 

Hidayah tersebut akan mengantarkan hamba kepada tingkat tertinggi dalam kehidupan.

Makna Hidayah 

Secara bahasa, dia pun menjelaskan berbagai makna hidayah. Salah satunya, yakni adh-dhilalah, yang bermakna bimbingan Allah lewat hati dengan lembut. 

Dia mengajak kita untuk sampai kepada kebenaran. Selain itu, hidayah juga di maknai sebagai semua bentuk kebajikan yang diharapkan. 

Kesuksesan, kebahagiaan, kesehatan hingga rumah tangga yang tenang. Tak hanya itu, hidayah bisa dimaknai dari sumbernya. Sumber hidayah diantaranya ialah Allah, Alquran dan Rasulullah SAW.

Dan ketahuilah, hidayah tak hanya diberikan kepada orang muslim. Allah SWT memiliki kewenangan penuh dalam menentukan kepada siapa hidayah tersebut akan diberikan. 

أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ ۖ وَيُخَوِّفُونَكَ بِالَّذِينَ مِنْ دُونِهِ ۚ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ # وَمَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُضِلٍّ ۗ أَلَيْسَ اللَّهُ بِعَزِيزٍ ذِي انْتِقَامٍ

“Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya. Dan mereka mempertakuti kamu dengan (sembahan-sembahan) yang selain Allah? Dan siapa yang disesatkan Allah maka tidak seorangpun pemberi petunjuk baginya. Dan barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak seorangpun yang dapat menyesatkannya. Bukankah Allah Maha Perkasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) mengazab?” (QS az-Zumar [39]: 36-37).

Dalam menafsirkan ayat ini, Sayyid Qutb menjelaskan, Dia mengetahui siapa yang berhak mendapatkan kesesatan lalu Dia menyesatkannya. 

Dan, Dia mengetahui siapa yang berhak mendapatkan petunjuk lalu Dia menunjukkannya. Jika Dia telah memutuskan, tidak ada yang dapat mengubah apapun selain apa yang dikehendaki-Nya.

Masyaallah begitulah makna mendalam dari ayat ini. Untuk itu, saat membaca al Fatihah, jangan hanya sekedar hafal di luar kepala, tapi juga direnungkan dan dibaca dengan khusyu. 

Semoga kita tergolong dalam orang-orang yang senantiasa diberikan petunjuk dan hidayah oleh Allah SWT. 

Cara Mendapat Hidayah 

Salah satu kiat untuk menjemput hidayah Allah SWT adalah dengan banyak bertobat dan memohon ampun atas kesalahan yang telah diperbuat, sebagaimana bunyi firman Allah SWT berikut ini.

"Orang-orang kafir berkata, 'Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda (mukjizat) dari Tuhannya? Katakanlah, 'Sesungguhnya, Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertobat kepada-Nya." (ar-Ra'd: 27).

Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah SWT yang dijauhkan dari sifat sombong, yakni tidak mau menerima kebenaran. 

Dan senantiasa jadi hamba yang sering bertobat. Semoga kita mendapatkan hidayah dari Allah hingga akhir hayat kita.

0 Response to " Makna Mendalam dari Ihdinash Shiratal Mustaqim, 'Minta Petunjuk kepada Allah'"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Bawah Artikel